Senin, 12 Februari 2024

Koneksi Antar Materi 3.1

 “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).

Bob Talbert

Jangan sekedar transfer ilmu namun guru harus bisa memberikan pemahaman bermakna untuk peserta didik agar dengan ilmunya mereka bisa memberikan manfaat untuk orang-orang disekelilingnya dimanapun mereka berada. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai suatu upaya untuk memajukan bertumbuhnya pendidikan budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran, serta tubuh anak. Tujuan pendidikan sendiri menurutnya terbagi menjadi 3, yaitu membentuk budi pekerti yang halus, meningkatkan kecerdasan otak, dan mendapatkan kesehatan badan.

Jelas dari ke-3 tujuan pendidikan yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara menyiapkan manusia yang bisa berharga untuk diri dan lingkungannya. Bukan hanya pintar, cerdas otaknya saja namun manusia juga haruslah mempunyai budi pekerti yang halus, baik. Bisa dibayangkan bagaimana jika manusia tidak mempunyai budi pekerti yang halus maka dia tidak akan berharga, dia akan dijauhi oleh oranglain. Tidak kalah penting tujuan pendidikan itu untuk mendapatkan kesehatan badan. Orang cerdas namun sakit-sakitan maka tidak akan memberikan banyak manfaat dibanding dengan orang sehat. Karakter haruslah dibangun, bukan sekedar mengandalkan petunjuk Tuhan, Tuhan akan senantiasa melihat upaya manusia dalam setiap langkah kehidupannya. Maka dengan belajar orang itu tengah berupaya menjadi baik dalam segala hal, bukan sekedar tahu saja.

Nilai-nilai kebajikan harus tetap menjadi acuan karena kita sebagai manusia haruslah tetap memanusiakan manusia. Nilai kebajikan akan menjadikan manusia berperilaku baik dan taat, bukan hanya pada hukum, namun diri sendiri dan juga taat pada aturan yang datangnya dari Tuhan maupun manusia. Bukan hanya untuk bawahan namun juga seorang pimpinan. Tetap mengedepankan rasa kemanusiaan, bukan saya orang yang berilmu atau saya lebih tahu. Keputusan yang diambil haruslah memberikan maslahat bagi siapapun. Pilihan yang banyak maslahat itu harus diambil meskipun mayoritas orang memilih dengan maslahat yang sedikit.

Prinsip hajat hidup orang banyak belum tentu sejalan dengan dengan nilai kebajikan, orang banyak bersuara belum tentu itu adalah kebenaran. Lingkungan harus bisa menjadi baik yang asalnya kurang baik, jadi lebih baik yang asalnya baik. Di tangan orang-orang yang mengusung nilai-nilai kebajikanlah hal itu bisa terealisasi.

Pembelajaran haruslah berpihak pada murid, anak-anak itu ibarat benih yang akan ditanam. kalaulah itu benih padi maka dia akan tumbuh menjadi padi. Kalaulah dia jagung maka dia akan tumbuh menjadi jagung. Tinggal kewajiban guru adalah menumbuhkembangkan bakat yang ada pada anak agar dia bisa berguna hidupnya bukan untuk sendiri namun juga masyarakat sekitar. Berpikir sejenak, konsultasi dengan rekan guru dan kepala sekolah kalaulah keputusan bisa ditangguhkan. Sedangkan jika keputusan haruslah diambil saat itu juga maka yang jadi pertimbangan adalah besar kecilnya manfaat bagi yang bersangkutan untuk saat itu.

Education is the art of making man ethical.

Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.

Georg Wilhelm Friedrich Hegel

Pendidikan tidak bersifat kaku harus turun temurun seperti budaya. Namun pendidikan adalah seni yang harus diukir sebaik dan seindah mungkin agar orang menikmati hasil seni itu takjub dan terkagum-kagum. Hasil pendidikan haruslah membuat seseorang memiliki nilai jual di tengah-tengah masyarakat, menjadi manusia yang mempunyai nilai jual dalam sikap, ucap dan perbuatan. Seni kerap sekali dihasilkan dari orang-orang yang memang ahli dalam pembuatannya. Tidak semua orang bisa menghasilkan lukisan, patung, atau karya indah lainnya. Begitu juga pendidik, tidak semua orang mampu menjadi pendidik karena mendidik adalah sebuah seni untuk menghasilkan manusia yang indah dalam ucapan dan perbuatan. Bagaimana seorang guru mempersiapkan seorang manusia untuk bisa memanusiakan manusia lainnya. 

1 komentar:

  1. Menjadi pengajar yang terus belajar adalah motivasi murni yang berlandaskan nilai-nilai spiritual (nilai kebajikan). Inilah yang disebut Ihsan dalam kacamata Sumber Daya Manusia (SDM). Pepatah mengatakan "Biarkan dirimu ditarik secara diam-diam oleh tarikan yang lebih kuat dari apa yang benar-benar engkau cintai (ilmu)".

    BalasHapus

Paling Mudah Mencari Kambing Hitam

Sayyidina Ali sahabat Rasulullah mengatakan didiklah anakmu sesuai jamannya, karena mereka hidup dijamannya bukan dijaman kita. Fenomena yan...