Minggu, 29 Oktober 2023

Koneksi Antar Materi 2.1

Anak adalah sosok pribadi yang unik, satu dengan yang lainnya mempunyai perbedaan dalam banyak hal. Perbedaan dari karakter, pribadi, sosial dan juga perbedaan dari hal bagaimana mereka belajar. Sering kali hal itu tidak kita sadari, sehingga dalam memberikan pelayanan dalam memberikan pengajaran mereka disamaratakan baik dalam materi, cara maupun penilaian akhir. Ternyata kebutuhan belajar peserta didik bukan hanya didasarkan pada usia saja, ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yakni: kesiapan belajar, minat dan profil belajar.

Ketiga hal ini yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan mengampu satu materi pelajaran. Sehingga ketika sudah terpetakan guru bisa menentukan apa dan bagaimana seharusnya mengajar di kelas mereka. Hal ini yang dinamakan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan pada saat menerapkan diferensiasi dalam pembelajaran: konten, proses dan produk.

Selaras dengan konsep Ki Hadjar Dewatara dimana pembelajaran berpusat pada pesert didik, artinya guru harus mengutamakan kemampuan dan kebutuhan peserta didik, bukannya peserta didik dipaksa untuk mengikuti semua kemauan guru seperti sebuah umpama guru (digugu ditiru). Apabila dilihat dari nilai-nilai guru penggerak berpihak pada peserta didik ada di urutan pertama kemudian diurutan berikutnya ada reflektif, kolaboratif, mandiri dan inovatif. Bahkan 4 peran dari guru penggerak salah satunya yaitu mewujudkan kepemimpinan peserta didik (Student agency). Bagaimana meramu pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga peserta didik merasa kompeten, mandiri, dicintai, dan memiliki kepercayaan diri serta determinasi untuk mencapai segala yang mereka impikan, tentunya itu semua tidak serta merta peserta didik dapatkan jika mereka merasa tertekan, terintimidasi, terpaksa dan takut. Pembelajaran diferensiasi inilah jembatan untuk mewujudkan kepemimpinan peserta didik baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan. Ing Madyo Mbangun Karso, artinya seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Tut Wuri Handayani, seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Demikian ajaran yang digunakan Ki Hadjar Dewantara pada saat mendidik peserta didik-peserta didiknya dikala itu. Maka pembelajaran diferensiasi yang didalamnya ada konten, proses dan produk itu harus senantiasa mengacu pada slogan tersebut. Guru haruslah bisa membangkitkan, menggugah dan membakar semangat peserta didik kemudian mendorong semangat mereka dalam belajar yang tentunya itu didasari pada kekuatan yang mereka miliki.

Tripusat Pendidikan meliputi keluarga, masyarakat dan sekolah. Ketiga komponen ini tentunya harus bersinergi dalam membentuk karakter anak dan hasil belajar yang bisa memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar. Keluarga dan masyarakat mempunyai peran yang tidak kalah penting, bukan hanya tanggungjawab sekolah mencetak generasi-generasi masa depan yang bisa bernalar kritis, menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan, menjadi pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang. Jika sekolah tempat mereka mencari ilmu pengetahuan, maka masyarakat itulah tempat mereka mengaplikasikan ilmu yang didapat dari bangku sekolah. Jika mereka datang ke sekolah karena paksaan, maka hasilnya hanya sebatas paksaan, tapi jika sekolah itu dianggap satu kebutuhan tempat menyenangkan maka mereka akan datang dengan sepenuh hati dan berupaya memenuhi kebutuhan yang mereka perlukan.

Perlu upaya keras dari guru untuk mendapatkan informasi apa yang menjadi kesiapan, minat dan profil belajar peserta didik. Perlu pendekatan persuasif untuk mendapatkan informasi jelas tiap-tiap peserta didik yang akan kita ajar. Bisa melalui wawancara, angket, melihat rapor kelas sebelumnya, atau bertanya pada guru sebelumnya. Terlebih peserta didik baru apakah pada saat tahun ajaran baru ataupun peserta didik mutasi. Dengan demikian diharapkan guru bisa mengetahui potensi apa yang sebetulnya dimiliki setiap individu siswanya, sehingga bisa menyiapkan rencana pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan atau kemampuan yang dimiliki setiap siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Paling Mudah Mencari Kambing Hitam

Sayyidina Ali sahabat Rasulullah mengatakan didiklah anakmu sesuai jamannya, karena mereka hidup dijamannya bukan dijaman kita. Fenomena yan...