Dimulai dari perubahan paradigma baru dalam mengelola pembelajaran, saya dan rekan-rekan dicuci otaknya selama 10 hari ketika suasana pandemi karena pada saat itu sekolah kami lolos dalam program Sekolah Penggerak. Pencucian otak yang luar biasa yang membuat perubahan dalam pola pikir pembelajaran meskipun masih sempat tertatih-tatih didalam memahami kurikulum prototipe pada saat itu. Pendampingan oleh pelatih ahli, lokakarya, dan penguatan-penguatan oleh para tenaga ahli dibidangnya membuat kami semakin terbuka akan kurikulum yang akan digunakan yang memperkuat Profil Pelajar Pancasila.
Setelah berjalan satu tahun masih banyak perbedaan pandangan diantara kami pelaksana sekolah penggerak, seolah kita berjalan sesuai relnya masing-masing namun dengan tujuan yang sama, mungkin inilah yang dinamakan Merdeka Belajar. Dari perbedaan itu membuat saya harus menggali lagi dari berbagai sumber, salah satunya Pelatihan Mandiri di Platform Merdeka Mengajar, dari pelatihan itu ternyata banyak sekali hal-hal yang belum terjamah selama 10 hari pelatihan di PSP, akhirnya saya memutuskan untuk ikut Program Guru Penggerak.
Ada kesempatan untuk Kota Bandung di angkatan ke-7, dengan dukungan dari kepala sekolah akhirnya saya mendaftar, administrasi dan juga essai sudah terselesaikan, tinggal menunggu pengumuman lolos dan tidaknya di tahap 1. Ada hal menarik pada saat menunggu pengumuman lolos dan tidaknya pada saat sosialisasi dari Dinas mengenai trik dan cara pengisian essay, mengatakan bahwa Kota Bandung baru satu orang yang menyelesaikan essay. Dengan PDnya yakin akan lolos di angkatan 7. Sampai pada akhirnya pengumuman tahap 1 dan di SIM PKB akhirnya tertulis TIDAK LOLOS.
Sudahlah, masih bisa belajar dengan cara lain selain jadi CGP! Namun seiring waktu, ternyata ada angkatan 8. Tanpa berharap banyak, hanya sekedar menghabiskan kepenasaran akhirnya daftar CGP angkatan 8. Dan pada akhirnya lolos tahap 1. Cerita menarik pada saat wawancara untuk lolos di tahap 2. Malam seperti biasa SIM PKB dilihat, tidak ada notifikasi. Pagi rutinitas biasa masuk di kelas, ketika jam jam 07.50 buka SIM PKB, dan ternyata ada notifikasi yang berisi tepat hari itu jam 08.00 sesi wawancara. 10 menit waktu untuk persiapan segala sesuatu termasuk tempat karena ada di sekolah yang mungil dengan aktifitas belajar sedang berlangsung. Akhirnya ijin kepada kepala sekolah ruangannya dipakai zoom untuk wawancara. Selesai wawancara drama belum selesai, di sesi akhir penguji meminta menunjukkan KTP asli, dan ternyata diperiksa di tas dompet tidak ada. Akhirnya minta waktu kepada penguji 5 menit untuk berlari ke rumah. Sambil nafas terengah-engah akhirnya bisa menunjukkan kepada penguji KTP asli sebagai bukti tidak pakai joki.
Santai sudah lolos angkatan 8 tinggal menunggu panggilan untuk pendidikan. Sesi pembukaan angkatan 8 sudah dimulai tapi tidak ada notifikasi keikutsertaan. Ada apa ini? Ya sudahlah, pasrah saja mungkin belum jodoh, sampai ada berita pembukaan pendidikan CGP angkatan 9. Di SIM PKB masih tertulis angkatan 8. Sampai entah kapan berubahnya, saya masuk di angkatan 9. Dan alhamdulillah sekarang sedang berjalan Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 9 bersama Fasilitator Ibu Lisnanur dan Pengajar Praktik Ibu Parwati, kelompoknya dengan Ibu Deti (SDN 077 Sejahtera), Ibu Elin (SMPN 15), Ibu Santika (SDN 030 Cirateun), Ibu Irna (SDN 205 Neglasari).
Semoga saya dan teman-teman semua khususnya di Kota Bandung bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang berarti untuk diaplikasikan di sekolah kami masing-masing.